Rezeki Itu …

Hari jumat sore kemarin akang mengalami kejadian yang cukup mengejutkan. Sepulang kerja akang janjian dengan istri untuk menjemputnya disuatu tempat. Saat itu kami sedang menginap di rumah mertua di Bogor. Saat akang tiba ditempat yang dijanjikan, istri akang sedang duduk didepan sebuah warung. Selintas akang melihat dua orang pria berbaju hitam sedang merokok didalam warung. Kami pun akhirnya beranjak dari tempat itu menggunakan motor. Tidak seperti biasanya, kali ini akang memakai motor kepunyaan mertua yaitu sebuah motor matic. Dengan motor ini akang bisa menyimpan belanjaan yang dibawa istri didepan diantara dua kaki. Sementara itu istri akang menyimpan tas dipangkuan diantara kami berdua.

Akang menjalankan motor sewajarnya sambil menikmati suasana sore yang basah karena sebelumnya diguyur hujan. Akang sendiri saat itu masih memakai mantel hujan. Sepuluh menit kemudian akang dikejutkan oleh sebuah

motor yang melaju kencang. Bahkan sesaat setelah melewati akang motor tersebut nyaris menabrak motor lain yang baru saja keluar dari sebuah gang. Istri akang sempat memekik dan spontan mengumpat pemotor yang baru saja menyalip. Terlihat pengendara motor ngebut tersebut memaki pengendara lain baru saja melintas. Akang sempat merasa kesal melihat tingkah pengendara tersebut. Selintas akang mengetahui motor yang digunakan adalah motor Satria FU berwarna putih dengan dua penunggangnnya berbaju hitam.

Ternyata setelah kejadian nyaris tabrakan tak terlihat tanda-tanda pemotor tersebut menurunkan kecepatannya. Padahal saat itu arus jalan cukup padat dan jalanan licin. Disela rasa kesal dan marah akang sempat kagum dengan keterampilan pemotor yang melaju kencang meliuk-liuk diantara kendaraan lainnya. Dalam waktu singkat motor tersebut sudah tak nampak lagi dibelakang belokan jalan. Tak lama berselang, terdengar suara jeritan seseorang. Akang dan beberapa pengendara motor lain juga orang yang berada dipinggir jalan sontak mencari sumber suara. Belum terjawab keheranan akang tiba-tiba akang disalip sebuah motor matic lain yang juga melaju kencang. Barulah diketahui bahwa suara jeritan berasal dari dua wanita di motor matic tersebut. Terdengar mereka menjerit mengatakan “jambret…jambret”. Mereka berusaha memberi tahu pengendara motor didepannya bahwa mereka baru saja menjadi korban penjambretan yang dilakukan pemotor Satria FU yang sebelumnya melintas kencang.

Sadar dengan situasi yang sedang terjadi, beberapa pemotor lain mencoba mengejar penjambret. Namun kepadatan arus membuat usaha ini sedikit terhambat. Akang pun merasa terpanggil untuk ikut mengejar penjambret dengan menambah kecepatan motor. Namun apa daya setelah mencoba beberapa saat akang menyadari tak mungkin untuk ikut mengejar karena akang sendiri tidak terbiasa membawa motor dengan kecepatan tinggi. Apalagi istri akang yang langsung merasa ketakutan saat akang mencoba mengejar bersama pemotor lain. Akhirnya akang menyerah untuk mencoba mengejar penjambret dan berbelok kejalan lain menuju rumah mertua.

Selepas kejadian tersebut istri akang terlihat pucat dan ketakutan. Setelah ketegangan berkurang, istri akang bertanya apakah motor penjambret itu berwarna putih. Akang pun meyakinkan bahwa motor yang digunakan penjambret memang berwarna putih. Menurutnya penjambret yang baru saja beraksi sepertinya adalah dua orang remaja yang ada diwarung tempatnya menunggu akang. Bahkan ketika istri akang beranjak dari warung serta merta mereka pun keluar setelah membayar makanan. Akang pun jadi terpancing untuk mengingat kejadian sebelumnya saat bertemu istri di tempat penjemputan. Barulah akang teringat memang saat melihat istri akang diwarung ada sebuah motor terparkir didekat warung tersebut. Hanya saja yang akang ingat motor tersebut berwarna putih tanpa mengingat jenis dan mereknya.

Menyadari hal ini akang langsung berprasangka yang tidak-tidak. Jangan-jangan penjambret tersebut pada awalnya mengincar istri akang. Bayangkan saja seorang perempuan baru pulang bekerja dengan bawaan belanjaan serta tas kerja bisa menjadi sasaran empuk penjambret. Andai saja istri akang dijemput saudara lain yang perempuan. Andai tas yang dibawa hanya diselendangkan dipunggung. Andai saja Alloh SWT menakdirkan istri akang jadi korban penjambretan. Mungkin saja postingan ini bercerita tentang kejadian akang menjadi korban penjambretan. Sebuah kejadian yang patut disyukuri oleh akang (bukan merasa bersyukur karena orang lain jadi korban jambret lho…!). Ternyata sebuah rezeki itu bukan semata mendapat harta atau materi yang bisa dihitung. Rezeki itu bisa juga berbentuk penyelamatan dari sebuah musibah yang mungkin menimpa kita.

*Semoga sahabat blogger juga bisa mengambil sedikit ibroh (pelajaran) dari postingan ini sambil ngabuburit menjelang buka puasa. Waspada selalu diperjalanan mengingat semakin mendekati hari raya semakin marak terjadi tindak kejahatan. Selalu bisa mensyukuri apapun yang dikaruniakan Alloh kepada kita. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1435 H🙂 .

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Rezeki Itu …

  1. danirachmat berkata:

    Subhanallaah. Bener Kang, rejeki bisa berupa dihindarkandari bencana. Semoga kita selalu dijaga ya Kang.🙂

  2. Pursuingmydreams berkata:

    Untung ya Kang istri terhindar dari kecopetan. Semoga selalu dilindungi yg kuasa😉 .

  3. Sangat setuju sekali dengan artikel sampeyan…joszss

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s