Titipan Salam

air1 (5)

Akhirnya setelah melewati segala kegiatan yang berhubungan dengan hari raya Idul Fitri atau lebaran, akang bisa kembali lagi membuka blog tercinta ini. O iya, sebelumnya akang ingin mengucapkan “TAQOBBALALLOOHU MINNA WA MINKUM” selamat Idul Fitri 1 syawal 1435 H semoga segala amal ibadah kita dibulan romadhon kemarin diterima oleh Alloh SWT. Akang juga mohon maaf bila dalam tulisan2 blog ini terdapat hal-hal yang tidak berkenan dihati para pembaca. Tak berbeda dengan kebanyakan orang lain, akang juga baru mudik dari kampung halaman dan berlebaran disana. Cerita kemacetan tentu saja menjadi bumbu yang selalu ada di setiap hiruk pikuk mudik setiap tahun. Namun bukan cerita itu yang menjadi ide tulisan akang kali ini.

Sejujurnya akang tak mendapat ide cemerlang saat memutuskan untuk membuat postingan kali ini. Hanya saja akang merasa kasihan melihat blog ini berlalu tanpa tulisan baru dalam waktu cukup lama. Seperti biasa, akang membuat tulisan tanpa judul selanjutnya biarkan saja kemana pikiran ini membawa jari-jari akan bermain diatas keyboard laptop. Ketika pikiran mulai mentok untuk melahirkan kata-kata, akang mengalihkan perhatian kepada ponsel yang tergeletak tak jauh dari tempat akang menulis. Akang lalu membuka foto-foto yang sempat didapat ketika mudik kemarin. Tak ada yang aneh. Foto bersama kerabat, makan-makan, keponakan yang memamerkan baju baru, kue-kue lebaran dan sebagainya.

amanah1

Namun ketika melihat sebuah foto gilang bersama seorang anak lain yang duduk di kursi roda, ide tulisan yang sebelumnya hilang tiba-tiba saja datang tak bisa dibendung. Ketika itu akang sekeluarga berkeliling kampung untuk bersilaturahim kepada sanak saudara. Salah satu rumah yang akang kunjungi adalah keluarga Wildan. Wildan adalah seorang anak penyandang Cerebral Palsy yang tinggal satu kampung dengan akang. Didalam blog ini akang pernah membuat tulisan tentang Wildan dan sebuah proyek donasi kursi roda dari sahabat2 akang didunia blog. Cerita selengkapnya bisa dibaca disini. Saat bertemu keluarga Wildan mereka menitipkan salam untuk semua sahabat akang yang telah turut andil dalam memberikan bantuan untuk Wildan. Sebut saja Imron, Asmie, Mas Ryan dan semua pihak yang telah turut serta membantu Wildan. Akang lalu menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebagai bukti pertemuan kami. Hanya saja saat itu Wildan sedang bad mood, Wildan sedang marah-marah. Dikursi roda dia terus membantingkan badannya kedepan, kebelakang, kemanapun sesuka hatinya. Istri akang yang memotret kesulitan mendapat foto terbaik dari Wildan sehingga foto diatas pun menjadi foto “terbaik” yang bisa didapatkan.

Ketika itu kursi roda pemberian Imron dkk sedang tidak dipakai, menurut kakeknya jika sedang dirumah Wildan sering memakai kursi roda yang lama agar kursi roda yang baru lebih awet. Kursi roda baru banyak digunakan hanya ketika bepergian keluar rumah. Akang hanya tersenyum mendengar alasan tersebut sambil mengatakan agar kursi roda baru dipakai saja seterusnya. Jika pun suatu saat rusak mudah2an bisa kebeli lagi yang baru entah dari mana saja rezekinya pasti ada. Namun kakek Wildan mengatakan bahwa itu adalah cara dia merawat dan berterima kasih atas pemberian orang lain. Menurutnya semakin lama kursi tersebut digunakan maka selama itu pula pahala bagi si pemberi akan terus mengalir. Ah sebuah pelajaran berharga yang keluar dari mulut seseorang yang tahu artinya berterima kasih.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Titipan Salam

  1. Putri berkata:

    minal aidin walfaidin ya

  2. Riri berkata:

    berkunjung kemari dalam rangka menyambut hari 17 agustus hehehe…. ditunggu kunbalnya ya, o iya minal aidin walfaidin jg ya

  3. Titik Asa berkata:

    Kang, mohon maaf lahir batin. Neda panghampunten samudayaning kalepatan.
    Sama Kang, saya juga jarang ngeblog. Selama bulan puasa, blas gak ada postingan baru.

    Salam,

  4. walaupun telat sedikit…Selamat Hari Raya Idul Fitri ya Kang. Semoga kebaikan akang dan teman-teman blogger yang lain dibalas dengan kebaikan yang berlipat..

  5. Hasbullah berkata:

    terharu dengar ceritanya. yang tegar yah Wildan😀

  6. ysalma berkata:

    Aamiin, Semoga masih bertemu dengan Ramadhan tahun berikutnya ya Kang,
    Selamat Idul Fitri 1435H.

  7. duniaely berkata:

    Selamat Idul Fitri kang maaf lahir bathin🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s