Perjalanan Rindu

Gerbang kotamu adalah mentari
Menghangatkan daun putri malu dihatiku
Merekah setelah lama memeluk rindu
Perlahan menyeruak disela kalbu

Alun-alun kotamu juga mentari
Menemani rintik hujan disore hari
Melukis pelangi di langit kalbu
Menambah indah guratan rindu

Melihat rumahmu membuncahkan rindu
Kala takdir dan waktu bersekutu
Mendendangkan kidung kenanganmu
Mengalun dari cakram pemberianmu

Meninggalkan kotamu tak surut rindu
Melengkungkan bibir laksana pelangi
Genderang bertalu menyisakan sendu
Menyusuri jalan-jalanku tanpamu

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Perjalanan Rindu

  1. capung2 berkata:

    Sya rindu klo lihat bekas rmh ortu di Jkt🙂

  2. peternak kelinci berkata:

    jadi inget sama kampung halaman…..
    ======================
    potensi kelinci pedaging

  3. rindu
    apalagi kini
    tanpamu
    duh
    kaaaang

  4. sekadar melihat rumah sudah menghadirkan kerinduan…sungguh rangkaian kata yang sarat makna….keep happy blogging always…salam dari Makassar🙂

  5. Dunia Ely berkata:

    rindunya berpelangi juga ya kang

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s