Luntang-lantung di Jantung Bandung

IMG_20140831_055902_0

Hari minggu kemarin akang sedang berada di bandung dalam rangka menghadiri suatu kegiatan sehari sebelumnya. Kesempatan ini akang gunakan untuk berkunjung ke lapangan Gasibu yang terletak di persis didepan gedung sate. Gedung yang menjadi salah satu ikon kota Bandung bahkan Jawa Barat ini selalu menarik minat pengunjung di minggu pagi. Setiap minggu pagi dilapangan ini dipenuhi orang-orang yang hendak berolahraga atau sekedar mencari keramaian.

IMG_20140831_055628_0

Akang tiba disana jam enam pagi hari, suasana masih sepi. Orang-orang yang berolahraga belum begitu banyak memenuhi area lapangan. Hanya tampak beberapa orang yang sibuk mempersiapkan peralatan audio yang sepertinya hendak digunakan untuk senam bersama. Setelah menyusuri lapangan hingga ke depan gedung sate dan memotret sekedarnya dengan ponsel, akang kembali mengamati keramaian dari tempat yang posisinya lebih tinggi.

IMG_20140831_060753_0

Akang pun mengalihkan perhatian ke seberang jalan arah monumen Bandung Lautan Api. Disana terlihat hiruk pikuk orang-orang memenuhi area jalan. Bukan orang-orang yang sedang berolah raga tetapi para pedagang yang sedang mempersiapkan dagangan mereka. Nampaknya disemua tempat yang mengadakan pasar kaget mingguan akan selalu diserbu para pedagang. Berbagai macam barang tersedia disana dari mulai sandal jepit hingga sayur mayur. Tak heran beberapa orang yang pulang seusai berolah raga langsung berbelanja dan menenteng sayuran untuk dimasak dirumah.

IMG_20140831_061849_0

Sambil melangkah diantara dagangan yang digelar sepanjang jalan ingatan akang kembali beberapa tahun lalu. Semasa kuliah akang juga sering melewatkan minggu pagi di lapangan gasibu ini. Sekedar berolah raga ringan sambil mencari makanan di sekitar lapangan. Biasanya datang rame-rame bersama teman kuliah. Kali ini akang hanya luntang-lantung sendirian tanpa ditemani istri dan anak-anak.

IMG_20140831_062816_0

Merasa bosan dengan hiruk pikuk diantara para pedagang yang saling berlomba menawarkan barang kepada setiap orang yang lewat, akang segera masuk ke taman yang tidak terdapat pedagang. Di area ini memang tidak diperbolehkan digunakan untuk berdagang. Letaknya persis didepan monumen bandung lautan api yang hendak akang tuju. Berbeda dengan suasana disekitarnya, ditempat ini terasa sepi. Hanya terdapat beberapa orang yang duduk-duduk santai di kursi taman.

IMG_20140831_064352_0

Usai menikmati sejenak ketenangan pagi di jantung bandung, akang kembali melangkahkan kaki kearah lapangan gasibu. Sedikit merasa heran ketika kembali terdapat beberapa orang yang menggelar dagangan di dalam taman. Akh akang pun berpikir memang sulit untuk mengatur para pedagang ini agar mematuhi aturan. Dari jauh seorang pria yang sudah berumur tampak memegang tumpukan kertas dan menyimpannya satu persatu diatas terpal yang telah digelar. Ternyata tumpukan kertas tersebut adalah foto-foto repro yang hendak dijualnya.

IMG_20140831_064327_0

Dengan penasaran akang pun segera menghampirinya dan melihat-lihat foto-foto repro tersebut. Menyadari ada orang yang menghampiri, bapak tersebut dengan antusias menawarkan foto-fotonya. Satu persatu foto-foto yang dianggap bakal menarik minat akang diperlihatkannya. Memang sebagian besar foto-foto itu adalah foto repro dari masa perjuangan kemerdekaan. Dan tokoh yang paling dominan diantara foto-foto yang dijualnya adalah foto Bung Karno. Akang pun ditawari foto-foto situasi kota bandung di jaman penjajahan. Gedung Asia Afrika, jalan braga, jembatan rel kereta api dan lain-lain.

IMG_20140901_084542_0

Melihat antusias bapak penjual dalam menawarkan barang dagangannya akang pun terbujuk untuk membeli beberapa foto. Walaupun pada mulanya akang tidak hendak membelinya namun muncul rasa iba melihat sosok bapak penjual foto tersebut. Akhirnya dua buah foto repro akang bawa pulang, entahlah apa yang hendak akang perbuat dengan kedua foto tersebut. Yang pasti setidaknya akang telah menghargai usaha seorang bapak tua yang menjauhkan dirinya dari meminta-minta untuk memenuhi hajat hidupnya. Foto Bung karno yang sedang membonceng Ibu Fatmawati dan foto seorang Pangeran dari kerajaan Sumedanglarang menjadi pilihan akang. Foto Bung Karno dipilih karena terlihat jadul banget sedangkan Sumedanglarang adalah tanah tempat kelahiran Akang yang kini hanya cukup disebut dengan nama Sumedang.

IMG_20140901_084638_0

Ketika kembali ke lapangan gasibu ternyata suasana lapangan telah berubah banyak. Setengah lapangan dipenuhi orang yang sedang senam bersama. Dipandu oleh para instruktur yang berdiri dipanggung-panggung yang diletakan didepan peserta. Setengah lapangan lainnya dipenuhi orang-orang yang bermain badminton dan bermain bola voli. Namun tak sedikit juga yang hanya duduk-duduk ditangga yang menghadap ke lapangan. Bisa jadi banyak diantara mereka yang juga hanya luntang-lantung di jantung Bandung.
IMG_20140831_070414_0IMG_20140831_070439_0

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Luntang-lantung di Jantung Bandung

  1. Ping balik: Oleh-oleh Bandung | Belajar Kehidupan

  2. danirachmat berkata:

    Kangen Bandung. InsyaAllah seminggu lagi ke sana saya Kang. Hehehhe..

  3. duniaely berkata:

    untang lantung itu bahasa orang orang di kampung halamanku kang, keren ya luntang lantungnya

  4. capung2 berkata:

    berangkat shubuh ya kang..

    lap Gasibu mmg slalu ramai diakhir pekan

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s