Oleh-oleh Bandung

burung plastik1

Oleh-oleh Bandung?

Tinggal sebut saja segala macam hal yang anda bayangkan, brownies, keripik pedas, colenak, baju-baju, sepatu kulit dan lain-lain. Bandung memang dikenal sebagai kota tujuan wisata dengan berbagai macam ciri khas-nya. Tentunya tak lengkap rasanya jika ke Bandung tidak membelikan satu-dua oleh-oleh untuk orang-orang tercinta dirumah. Demikianlah yang akang pikirkan ketika luntang-lantung di jantung bandung beberapa waktu yang lalu. Jalan-jalan sendirian memang terasa kurang menyenangkan bagi akang yang terbiasa kemana-mana bersama keluarga. Walaupun bisa bebas menentukan sendiri kemanapun tujuan yang dimaui namun ingatan akan anak dan istri dirumah terus saja menghantui selama perjalanan. Setiap kali menelepon kerumah dipastikan Akbar akan menanyakan kapan akang pulang. Dan satu pertanyaan lain yang tampaknya hasil provokasi dari pihak yang bertanggung jawab yaitu “Ayah bawa oleh-oleh apa?”.

Akang pun berpikir keras untuk menemukan oleh-oleh yang akan dibawa pulang nanti. Hanya saja karena akang cukup sering mondar-mandir ke Bandung membuat akang cukup sulit menemukan oleh-oleh yang “aneh” untuk dibawa pulang. Kalaupun bukan akang yang ke Bandung, banyak juga saudara atau teman sekantor yang juga sering bepergian ke Bandung dengan segala macam oleh-olehnya. Nah ketika nongkrong di lapangan Gasibu itulah akang mendapatkan sebuah oleh-oleh yang spesial untuk Akbar. Saat duduk-duduk disekitar lapangan akang dikejutkan oleh sebuah suara diatas kepala. Pada mulanya tak jelas memang sumber suara yang terdengar melingkar diatas kepala orang-orang yang sedang duduk. Setelah diperhatikan ternyata suara besumber dari sebuah mainan berbentuk burung. Menariknya, burung tersebut seolah bisa terbang sendiri dengan sayap yang terkepak.

burung plastik2

Dengan penasaran akang pun memperhatikan penjual mainan tersebut sambil berusaha mengambil fotonya dengan kamera ponsel. Tukang mainan sengaja menerbangkan burungnya diatas para pengunjung untuk menarik perhatian terutama anak-anak kecil. Akhirnya akang membeli sebuah mainan tersebut untuk dijadikan oleh-oleh untuk Akbar. Setelah diperhatikan ternyata burung tersebut terbuat dari bahan plastik dan bambu. Satu hal yang menarik adalah model burung tersebut yang bisa disebut sangat kreatif. Kepakan sayap burung dihasilkan dari tenaga yang bersumber dari sebuah karet gelang yang bisa dipilin/dipelintir. Dengan cara kerja yang mirip sebuah mesin engkol menjadikan sayap burung akan bisa mengepak selama tenaga putaran dari karet masih ada. Memainkannya adalah dengan memutar/memelintir karet hingga maksimal. Tahan posisi pemutar karet sebelum burung siap diterbangkan. Terbangkan burung sejauh mungkin dengan sedemikian rupa hingga sayapnya mengepak dengan sendirinya. Jika tepat caranya dan arah angin cukup mendukung maka burung mainan ini akan mampu terbang bahkan hingga jarak 10 meter.

burung plastik 3

Sesampainya dirumah oleh-oleh unik yang akang bawa dari bandung sontak membuat Akbar gembira bukan kepalang pada awalnya. Namun ternyata diusia Akbar saat ini tidak mudah untuk memainkan burung plastik tersebut. Akbar belum bisa memutar karet dan menahannya untuk kemudian menerbangkan burungnya. Alhasil oleh-oleh yang asalnya dibelikan sebagai mainan Akbar malah jadi mainan akang sendiri. Akbar hanya bisa melihat dan bergembira ketika burung plastiknya sedang terbang. Istri akang pun sedikit protes sambil mengatakan “kayaknya yang seneng punya mainan burung bukan Akbar deh tapi ayahnya”:mrgreen:
Eit…tapi tunggu dulu masih ada satu lagi oleh-oleh yang bisa dipakai oleh Akbar. Sebuah barang yang sengaja akang beli sebagai pengingat akan identitas Akbar. Sebuah barang yang menjadi ciri tradisi dan mulai ditinggalkan oleh generasi saat ini. Barang ini merupakan salah satu aksesoris dari pakaian tradisional Sunda yang dinamakan totopong . Kini hanya dipakai ketika didalam acara-acara hajatan atau di panggung-panggung pergelaran budaya lainnya. Walau hanya berbentuk sehelai kain namun banyak cara yang bisa dipakai ketika memakainya. Menurut penjualnya ada makna filosofis dibalik perbedaan cara pemakaian totopong tersebut. Mungkin suatu ketika akang harus mencari sendiri apa yang dimaksud oleh penjual totopong tersebut. Untuk saat ini akang cukup merasa gembira ketika Akbar dengan senang hati mau mengenakan oleh-oleh yang jauh-jauh akang beli dari Bandung.

totopong 1

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Oleh-oleh Bandung

  1. Reseller hosting berkata:

    mau dong oleh oleh nya😀

  2. lieshadie berkata:

    Akbar ganteng banget si Naaakk…..

  3. capung2 berkata:

    awas muternya jgan pol2 ya Kang, nta burungnya mabur beneran..😆

  4. duniaely berkata:

    bisa jadi Foto model nih Akbar

  5. danirachmat berkata:

    Gantengnya si Akbar. Hehehe. Emang ya Kang kalo udah keseringan ke satu daerah jadi bingung mau ngoleh-olehin apa.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s