Seuri Maur

black smile

Malam semakin larut. Sebentuk ide tak satupun menyambangi otak akang. Jika esok hari sedang mendapat jatah libur maka dimalam sebelumnya selalu akang usahakan untuk mengisi tulisan blog tercinta ini. Keyword-keyword yang telah akang tulis di ponsel dan notes tak juga memberi ide segar. Jari-jari tangan hanya mengambang diatas keyboard laptop. Dipinggir akang, Gilang telah tidur dengan lelapnya. Sesekali tubuhnya berubah posisi. Berguling kesana kemari. Tangan akang segeran mengusap punggungnya untuk membuatnya segera kembali terlelap.
Akang perhatikan wajahnya. Jari tangan tetap mengambang. Layar laptop terlupakan. Semakin lama menatap wajah Gilang bayangan masa lalu mulai datang. Berkelebat silih berganti. Jalan-jalan yang kami lalui memang banyak rintangan. Berbagai macam kesulitan hinga kini masih saja menyertai kami. Sekonyong-konyong Gilang tersenyum. Mimpi indah mungkin sedang menghampirinya. Akang serta merta turut tersenyum. Senyum Gilang seolah memaksa akang untuk mengakhiri lamunan dengan senyuman. Sejenak tersadar akang malah benar-benar tertawa sendiri memikirkan segala hal yang telah akang lalui bersama Gilang.

Manusia memang diciptakan dengan kesempurnaan dalam hal akal pikiran. Akal yang membuat manusia diberi tanggung jawab untuk menjadi khalifah (pemimpin) di bumi ini. Akal yang membuat manusia akan tertawa ketika mendapat kegembiraan. Membuat manusia menangis manakala menemui kesedihan. Hanya saja akal juga tidak bisa sesederhana itu. Bukankah saat seseorang mendapatkan kegembiraan yang sangat dia malah meneteskan air mata. Begitu juga disisi lain. Bisa saja kita tertawa justru ketika mengingat kesulitan dan kesedihan. Nah dalam bahasa Sunda tertawa ketika mengingat kesedihan disebut “seuri maur“. Akang kesulitan untuk mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia. Namun akang yakin sahabat pernah mengalaminya.

Menertawakan kesedihan bisa jadi merupakan salah satu usaha kita untuk mengurangi beban yang dirasakan. Bisa juga merupakan manifestasi dari penerimaan terhadap datangnya kesulitan. Sebuah penerimaan yang tidak bisa dikatakan menyerah. Seseorang yang telah menyerah akan sulit memandang masa lalu dengan senyuman. Namun orang yang telah menerima suatu kesulitan bisa melihat banyak hikmah yang didapat dari masa lalunya.

Sahabat selamat beristirahat semoga esok hari kita bisa terbangun dengan senyuman🙂

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Seuri Maur

  1. winnymarch berkata:

    ada koasa kata baru seuri maur. menarik.. btw salam kenal ya

  2. Rina berkata:

    ~Menertawakan kesedihan bisa jadi merupakan salah satu usaha kita untuk mengurangi beban yang dirasakan~

    Suka banget dengan istilah itu

    Semoga Gilang dalam keadaan sehat ya kang🙂

  3. danirachmat berkata:

    Makasih banyak kang. Belajar satu istilah baru dengan renungan yang bagus sekali.😀

  4. Ika Koentjoro berkata:

    Tersenyum apalagi tertawa bisa sedikit mengurangi kesedihan. Ada aura positif dalam senyum. Tetap semangat ya Kang ^^

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s