Berserius Main Bermain Serius

bermain 2

Mengasuh anak tentunya tak akan terlepas dari kata bermain terutama pada anak balita. Bermain memang merupakan kebutuhan paling besar bagi anak setelah terpenuhinya kebutuhan primer lainnya. Namun demikian dalam perspektif kita seringkali menganggap remeh pentingnya bermain. Hal ini terjadi ketika kita menganggap bermain dilakukan setelah semua tugas telah dikerjakan. Bermain dilakukan saat waktu senggang. Bermain adalah kegiatan yang menghamburkan waktu. Padahal anggapan tersebut hanya berlaku pada orang dewasa. Lain halnya makna bermain bagi anak-anak. Bermain sejatinya adalah sebuah kebutuhan hidup. Bermain adalah kehidupan itu sendiri bagi mereka. “Hidup adalah permainan” memberi makna sebenarnya bagi anak-anak.

Bermain memang sebuah kegiatan spontan yang seharusnya bisa dilakukan oleh anak dimana saja dan kapan saja mereka mau. Namun demikian ada hal-hal yang harus kita perhatikan agar anak bisa bermain dan tetap tercapai proses tumbuh kembangnya. Kegiatan bermain menjadi masalah serius bagi orang tua jika menyangkut aspek tumbuh kembang anak. Akang sendiri cukup dibikin pusing manakala Akbar mulai bosan dengan segala permainan yang biasa dilakukan dirumah. Begitu pula diluar rumah. Komplek perumahan tempat tinggal akang memang kecil dengan jumlah anak seusia akbar yang sedikit. Apalagi saat teman2 akbar berada di sekolah pasti akbar kesepian. Tidak ada teman bermain dan tempat yang kurang tersedia sarana bermain membuat akang harus sering mengajak Akbar bermain ditempat lain. Beruntung keluarga istri akang tinggal tak terlalu jauh di Bogor dan bisa dicapai hanya dalam waktu 30 menit dari rumah. Dengan suasana kampung yang masih sepi ditambah banyak anak-anak seusai Akbar membuat urusan bermain jadi lebih mudah dan bervariasi. Akbar bisa bermain di kandang kerbau, di kebun singkong milik tetangga atau bermain ikan di empang yang ada disekitar kampung. Orang tua seharusnya menyediakan media dan sarana bagi anak-anaknya bermain. Penanganan “bermain” yang tidak tepat akan menghasilkan arah perkembangan anak yang juga tidak tepat.

Akhir pekan kemarin akang mengikuti sebuah seminar tentang pentingnya bermain bagi anak. Banyak hal yang rasanya bisa dibagikan bersama sahabat blogger di blog tercinta ini. Salahsatunya adalah beberapa prasyarat yang harus terpenuhi jika ingin kegiatan bermain memberikan manfaat maksimal bagi anak terutama dalam hal tumbuh kembang.

  • Menyenangkan
    Apa jadinya jika sebuah permainan tidak memberikan kesenangan bagi anak. Bayangkan saat seorang anak disuruh memainkan boneka sambil duduk manis dimejanya. Padahal disaat yang sama teman lainnya sedang berlarian di depan rumahnya. Sang ibu menyuruh anak agar bermain didalam rumah karena tidak bisa mengawasi sang anak jika bermain diluar rumah. Walaupun sama-sama melakukan kegiatan bermain namun tentu saja permainan yang dilakukan sendirian terasa tidak menyenangkan dibandingkan bermain bersama-sama.
  • Menggunakan seluruh sistem indera
    Demi berlangsungnya proses tumbuh kembang yang optimal bagi anak maka bermain yang melibatkan seluruh sistem indera mutlak diperlukan. Dalam sebuah permainan petak umpet akan banyak menggunakan sistem indera penglihatan, pendengaran, gerak motorik kasar (saat berlari) dan lain-lain. Semakin banyak alat indera yang terlibat dalam bermain akan membuat alat indera semakin terlatih.
  • Inner drive / spontan
    Spontanitas dalam bermain juga menjadi aspek penting dalam bermain. Hal ini bisa menunjukkan kepekaan mental anak dalam menghadapi berbagai situasi. Adaptasi terhadap lingkungan yang baik akan mengasah kemampuan anak dalam mengatasi kesulitan.
  • Menggunakan sebanyak mungkin sensor
    Masih ingatkah saat sekolah dahulu kita melakukan kegiatan mencari jejak dalam perkemahan pramuka. Mata kita ditutup kemudian kita diharuskan menebak bau suatu benda yang disodorkan didekat hidung kita. Biasanya berbagai macam bumbu masak. Jahe, lada, lengkuas dan lain-lain. Itulah salahsatu cara mengasah sensor hidung. Dalam bermain pasir akan banyak sensor yang terlatih seperti sensor taktil dan motorik halus. Bermain ayunan akan melatih sensor keseimbangan tubuh. Bermain bola dilapangan merangsang lebih banyak sensor dibandingkan hanya menyentuhnya dengan ujung jari (baca: maen bola pake gadget ).Permainan yang merangsang banyak sensor tubuh akan membuat tumbuh kembang anak optimal.
  • Belajar menyelesaikan masalah kehidupan
    Dalam bermain anak akan dihadapkan dengan barbagai tantangan dan bagaimana cara mengatasinya. Terutama sebuah permainan yang mengandung peraturan dan tantangan untuk dilewati. Anak yang terbiasa mengatasi masalah dalam bermain memungkinkan dirinya secara tidak langsung akan lebih siap menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan nantinya

bermain 1

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

19 Balasan ke Berserius Main Bermain Serius

  1. Titik Asa berkata:

    Asik banget lihat foto anak yang naik pohon itu Kang…
    Aih jadi inget masa kecil ini mah.

    Salam,

  2. winnymarch berkata:

    ankanya gk takut jatuh mbak naik ke pohon gitu

  3. Putri berkata:

    sepertinya ya pak, hehehe

  4. ayu berkata:

    wah seru sekali ya jadi ingat masa kecil, kalau masih anak-anak rasanya senang sekali bisa manjat pohon sama sama bareng temen maen, salam kenal ya pak

  5. danirachmat berkata:

    Setuju Kang, bermain emang penting banget-banget buat anak-anak.
    Pengen deh bisa memberikan Aaqil anak saya lingkungan bermain seperti yang dimiliki Akbar..

  6. Ika Koentjoro berkata:

    Permainan jaman dulu mencakup persyaratan diatas ya Kang. Jadi ibget, gobak sodok, engklek, dakon, jual2an….

  7. Dunia Ely berkata:

    Banyak juga manfaat bermain y kang

  8. Rahmat_98 berkata:

    rang tua seharusnya menyediakan media dan sarana bagi anak-anaknya bermain… setuju kang
    Malah punya rencana buat bikin taman bermain buat si kecil

  9. rangtalu berkata:

    wah kalo anak sekarang mainnya cuma di depan gadget, mereka kurang bersosialisasi..

  10. kebomandi berkata:

    kadang sedih ya kang, ngeliat anak zaman sekarang udah terjebak sama permainan gadget yang bikin mereka kurang merasakan serunya main petak umpet, galaksin, tali karet, demprak, masak-masakkan, rumah-rumahan, manjat pohon😦

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s