Festival Desa Di Pusat Kota

festival desa 1

Berawal dari sebuah kicauan di twitter tentang sebuah acara yang bernama Festival Desa 2014, akang sebagai orang desa merasa terprovokasi untuk mendatangi acara tersebut. Acara yang diadakan di bumi perkemahan ragunan tersebut berlangsung mulai tanggal 24 hingga 26 oktober 2014. Entah apa yang memotivasi akang untuk mendatangi acara tersebut karena akang datang tanpa secuil info pun tentang acara ini. Hanya saja akang sempat berpikir bahwa disana akang akan menemukan berbagai macam permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak desa. Bisa jadi akang akan menemukan alat musik tradisional yang tak pernah akang lihat sebelumnya. Namun akang tetap yakin bahwa apapun yang bakal akang lihat disana pasti memberi wawasan baru buat akang sendiri.

festival desa 2

Seperti biasa jika diakhir pekan bumi perkemahan ragunan akan dipenuhi orang-orang dengan kegiatannya masing-masing. Tenda-tenda yang berdiri dengan banyak anak sekolah berseragam pramuka melakukan kegiatan berkemah. Pada tenda lainnya kelompok mahasiswa dengan jas berwarna kuning juga sedang mengadakan kegiatan disana. Didepan gerbang masuk banyak bertebaran spanduk tentang kegiatan Festival Desa 2014 yang tengah dilaksanakan. Setelah mengamatinya barulah akang tahu bahwa tema utama dari festival desa kali ini adalah dalam rangka mengkampanyekan kesadaran masyarakat untuk menggunakan pangan lokal. Berbagai fakta tentang kondisi pedesaan dan pertanian pada umumnya ditampilkan dalam bentuk beragam.

Cukup miris hati akang melihat fakta yang disajikan tentang kondisi pertanian di negeri ini. Sebagai orang yang lahir di desa dan dibesarkan dari hasil pertanian sendiri akang cukup memahami kondisi yang dihadapi oleh kebanyakan petani di desa-desa. Sulitnya mendapat akses permodalan, tingginya harga pupuk dan obat-obatan tanaman, mahalnya distribusi adalah diantara masalah yang biasa dihadapi. Parahnya biaya tinggi dalam menghasilkan produk pangan seringkali tak sebanding dengan harga jual hasilnya. Impor produk pangan yang membanjiri pasar bisa tiba-tiba saja merusak harga sehingga begitu merugikan para petani. Tanpa bermaksud menyalahkan pihak manapun adalah keberpihakan pemerintah yang begitu kurang dirasakan oleh para petani. Sekuat apapun semangat para petani dalam meningkatkan produksi berbagai macam produk pangan akan dengan mudah hancur manakala pemerintah tidak turut melindungi usaha petani dengan kebijakan yang berpihak.

festival desa 3

Tak heran rasanya mengamati data dan fakta tentang begitu besar jumlah lahan pertanian yang hilang. Jumlah petani yang kian menyusut menandakan banyak masyarakat yang tak lagi memandang pertanian sebagai bidang yang mampu meningkatkan kemakmuran. Tentu saja dengan jumlah penduduk yang besar akan besar juga kebutuhan pangannya. Sehingga negara kita yang konon disebut negara agraris tetapi nilai impor bahan pangannya sungguh fantastis. Pembangunan memang berhasil meningkatkan angka kemakmuran secara nasional dengan tingginya penduduk kelompok menengah. Hanya saja disayangkan dengan banyaknya perilaku masyarakat dikelompok ini yang lebih bangga dengan produk-produk impor. Tidak hanya terhadap barang elektronik, pakaian dan kendaraan saja mereka bangga dengan produk impor tetapi dengan gaya hidup dan makanannya. Bahan pangan impor seringkali dianggap selalu lebih bermutu dan berkwalitas. Dengan ketersediaan yang tak dibatasi oleh musim sehingga mudah didapat. Berbeda dengan banyak pangan lokal baik buah-buahan dan sayuran yang sering terkendala oleh cuaca dan distribusi yang buruk.

festival desa 4

Akang tak tahu entah seberapa besar pengaruh sebuah kegiatan festival untuk menyadarkan masyarakat tentang kepedulian terhadap pangan lokal. Namun akang sangat mengapresiasi pihak-phak yang terus berusaha melakukannya demi tangguhnya pangan lokal dinegeri sendiri. Seperti postingan ini, entah berapa juta orang yang akan terinspirasi tetapi yang pasti satu orang telah turut terinspirasi yaitu akang sendiri sebagai penulis.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Festival Desa Di Pusat Kota

  1. sayangnya produk petani kita kalah sama barang impor, dan nggak ada proteksi khusus dari pemerintah😦

  2. danirachmat berkata:

    ooowh… iya bener sih Kang. kadang emang lebih seneng dateng ke pusat belanja yang bersih banyak pilihan makanan dan produk yang keliatan cantik-cantik. Tapi beberapa bulan ini sudah berusaha belanja di pasar tradisional. Semoga bisa membawa perubahan yang berarti buat petani ya Kang..

  3. Okti D. berkata:

    memang sangat disayangkan nasib petani kita…
    sebagai negara agraris harusnya banyak potensi pertanian yang bisa kita peroleh, kapan kita bisa swasembada pangan kembali?

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s