Sebuah Provokasi

IMG_20141129_141726

Sekitar dua bulan yang lalu salah seorang pegawai ditempat akang bekerja meninggalkan gitarnya di pantry tempat kami beristirahat disela pekerjaan. Sejak saat itu kerap terdengar genjrang-genjreng disaat istirahat bekerja. Lumayan menjadi hiburan bagi para pekerja. Tentu saja tidak semeriah hiburan di kafe-kafe, karena yang memainkannya hanya mereka yang bisa bermain gitar sekedarnya. Bahkan beberapa orang lainnya malah baru mulai ingin belajar memainkan alat musik yang satu ini. Kebanyakan mereka adalah para pekerja yang masih muda-muda sedangkan pekerja yang sudah sepuh hanya turut menikmati saja kemeriahan yang seadanya itu. Pada awalnya akang hanya turut menikmati “anak-anak muda” bermain musik dengan lagu-lagu yang sedang nge-hits tentunya. Akang bisa mengenali beberapa lagu yang dimainkan karena memang lagu tersebut sedang hits. Namun kebanyakan memang lagu yang tak pernah mampir di telinga akang sehingga akang hanya cukup menjadi pendengar.

Beberapa rekan kerja akang adalah juga teman akang semasa kuliah dahulu. Walaupun berbeda angkatan tetapi saat kuliah hubungan kami cukup erat mengingat tempat kuliah akang bukanlah perguruan tinggi yang mempunyai mahasiswa berjumlah ribuan. Populasi setiap angkatan hanya 80 hingga seratus orang sehingga kami tak kesulitan mengenali semua mahasiswa yang ada. Suatu saat rekan akang ini menyuruh seseorang yang sedang bermain gitar untuk memberikan gitarnya kepada akang. Setengah memaksa dia segera menyanyikan sebuah lagu yang begitu lama tak pernah akang dengar namun begitu akrab di telinga. Akhirnya akang mengiringinya dengan sisa-sisa “Guitar skill” yang telah terpendam sejak belasan tahun yang lalu. Kali itulah akang pertama kali memainkan lagi alat musik gitar sejak lepas kuliah dahulu.Gitar itu membangkitkan kenangan saat akang masih SMP yang bercita-cita menjadi rocker sekelas Ian Antono. Punya skill gitar mumpuni bagai Kirk Hammet dan Yngwie. Menjadi “anak band” seolah identitas yang dibanggakan saat itu.

Beberapa saat menyanyikan lagu dengan tertatih-tatih entah karena lupa lirik lagu dan grip gitarnya. Hingga akhirnya kami memainkan lagu tersebut dengan cukup sukses. Rekan lainnya banyak yang merasa kaget melihat akang bersama rekan akang ternyata cukup kompak bermain musik. Bahkan banyak yang baru mengetahui jika akang bisa bermain gitar. Semasa kuliah akang memang sering mengisi sekedar acara pelepasan mahasiswa tingkat akhir yang telah selesai masa pendidikannya. Dengan membentuk band dadakan yang hanya berlatih sekedarnya didepan asrama serta sekali-kali berlatih di studio musik dekat kampus. Akang sendiri sering kebagian memainkan gitar bass sedangkan rekan akang tersebut memainkan lead gitar.

Sejak itulah disetiap ada kesempatan kini akang bermain gitar bersama rekan kerja. Bahkan satu lagi alat musik hadir yaitu sebuah “kahon” (sebuah alat musik perkusi berbentuk kotak dengan sebuah bolongan pada salah satu bagiannya). Walau seringkali terasa sekali gap usia diantara kami tak menyurutkan kegembiraan bermain musik bersama. Lagu-lagu KLA Project, Dewa 19, Iwan Fals, Gigi, Sheilla on 7 dan lainnya yang dahulu biasa akang mainkan tak begitu akrab didengar rekan kerja lainnya yang muda-muda. Mereka hanya bisa mengikuti dengan mengandalkan smartphone-nya untuk mengikuti lagu-lagu yang dimainkan akang. Sebaliknya juga akang rasakan manakala mereka memainkan lagu-lagu yang mereka biasa nyanyikan. Beruntung banyak rekan akang yang satu almamater dan tak mengenal android ketika kuliah. Baru mengenal “pager” sebagai alat komunikasi paling cool. Bersama mereka akang jadi sering bernostalgia dengan menyanyikan lagu-lagu yang biasa kami mainkan ketika kuliah. Gara-gara gitar itu pula ujung jari akang kini melepuh persis seperti ketika dahulu pertama kali belajar bermain gitar.


Kutrima suratmu
dan kubaca
dan aku mengerti

Betapa merindunya
dirimu
akan hadirnya
diriku
didalam hari-harimu
Bersama lagi

Kalau sahabat ketika SMA-nya mendengar lagu ini berarti tak perlu searching di google untuk sekedar mendendangkan syair selanjutnya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Sebuah Provokasi

  1. dani berkata:

    seumuran kita Kang. Hahaha.
    Jadi penasaran gimana petikan gitarnya kang. Divideoin trus upload ke Youtube Kang.😀

  2. alfasemua berkata:

    Musik merupakan salah satu alat yang mampu menghilangkan stress :))
    Mas follow back ya :))

  3. zaki19482 berkata:

    Kangen dari dewa, penyanyi dulu suka buat album bukan sekedar single. Mantep banget itu lagu. Album pertama ya kang? Hehehehe…!!! Salam dari solo

  4. Dede Supriatna berkata:

    Pada umumnya mahasiswa seperti itu, kalau gak main gitar, baca buku, main gaple di kantin, atau nonton bioskop. Semua itu utk menghilang rasa jenuh kuliah.

  5. Iqbal berkata:

    Kangen – dewa19 vokalisnya aril..
    Arilasso😀

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s