Gaptek Terpelihara

Hilang

Kali ini akang mau curcol tentang ke-gaptek-an dan kemalasan. Sudah lama sejak kamera saku rusak karena jatuh saat dimainkan Akbar, akang hanya mengandalkan ponsel untuk memotret. Memang bukan suatu masalah besar menggunakan ponsel untuk memotret momen-momen yang terjadi disekitar kita. Bahkan rasanya dengan menggunakan ponsel akan lebih mudah untuk berbagi momen yang kita potret dengan orang lain. Apalagi ponsel sekarang telah dibekali dengan kemampuan yang cukup baik jika dibandingkan dengan kamera biasa. Kebutuhan akan sebuah kamera foto akan terasa manakala akan melakukan travelling atau berwisata ke tempat-tempat yang indah. Terasa kurang puas jika memotret sebuah tempat atau momen yang jauh-jauh kita datangi hanya dengan mengandalkan ponsel.

Kapasitas memori ponsel yang akang gunakan tidaklah besar. Ponsel akang memang bukan ponsel merek premium, dengan harga kurang dari sejuta pantas rasanya akang harus bekerja lebih keras untuk membuatnya lebih awet. Salahsatu caranya adalah dengan rutin memindahkan foto2 di ponsel ke laptop. Biasanya akang memindahkan foto2 dengan cara mencabut memori card ponsel untuk kemudian dipindahkan ke laptop melalui card reader. Masih ingat cerita perjalanan akang bersama istri ke Karimunjawa. Selama perjalanan tersebut akang bersama istri juga hanya mengandalkan ponsel masing-masing untuk merekam semua hal yang ditemui. Foto lainnya kami dapat dari agen tour dalam bentuk flashdisk.

Pemindahan foto dari ponsel akang ke laptop berjalan lancar seperti biasanya. Begitu pula ketika memindahkan foto dari flashdisk. Namun ketika memindahkan foto dari memori card yang berasal dari ponsel istri akang ternyata tidak berhasil. Akang baru tersadar bahwa ponsel istri akang memang baru diganti sebulan sebelumnya. Akang pun memindahkan foto dari ponsel tersebut dengan cara langsung menghubungkannya dengan laptop. Secara otomatis driver ponsel terinstall ke laptop, namun prosesnya gagal ditengah jalan. Pemindahan foto akhirnya berhasil setelah beberapa kali akang gagal melakukannya. Keesokan harinya ketika akang menyalakan laptop ternyata tidak bisa berfungsi. Muncul semacam peringatan bahwa laptop mengalami kerusakan. Walaupun akang tak tahu pasti apa yang tertulis didalam peringatan tersebut. Berulangkali mencoba hingga akhirnya akang menyerah dan memutuskan membawa laptop akang untuk diperbaiki.

Screenshot_2014-12-19-09-53-15

Seperti tampak pada screenshot diatas, temen akang yang memperbaiki laptop bilang bahwa laptop harus diinstal ulang. Akang pun menyetujuinya tanpa pikir panjang dan hanya berharap laptop akang segera bisa digunakan kembali. Saat laptop diserahkan kembali akang mengecek file2 yang ada dilaptop. Ternyata semua foto dan sebagian besar file milik akang dan istri telah lenyap. Akang langsung komplain tentang masalah hilangnya file dan foto2 tersebut. Teman akang malah balik tanya “emang selama ini nyimpen data di C?, kan cuma yang drive C yang rusak”. Akang pun bengong tak begitu mengerti apa yang dikatakannya. Setelah mendapat “pelajaran komputer” yang cukup panjang lebar dan membikin pusing, akang pun baru bisa sedikit menerima kanyataan. Menurutnya untuk menyimpan data-data dan file-file pribadi atau pekerjaan sebaiknya jangan disimpan di drive C. Drive C biasanya digunakan untuk pemograman komputer itu sendiri sehingga jika laptop terkena virus dan kerusakan lain maka yang biasanya terkena dampak adalah drive C itu sendiri. Akang sendiri langsung bercerita tentang kejadian sebelumnya ketika memindahkan foto dari ponsel istri akang. Teman akang malah tertawa dan telah menyangka bahwa kerusakan disebabkan karena akang sembarangan menyambungkan laptop dengan device/alat lain yang tidak kompatibel.

Sebagai seorang yang biasa menggunakan laptop untuk banyak urusan ternyata akang belum mengerti banyak hal tentang komputer. Bahkan teman yang lain merasa heran akan ke-gaptek-an akang ketika mengetahui cerita tantang rusaknya laptop akang. Kini akang hanya bisa meratapi kehilangan foto-foto pribadi akang dan keluarga. Kehilangan semua foto kenangan keluarga sungguh menyedihkan. Memang tidak ada kerugian berupa materi atau uang yang akang alami. Tapi jika mengingat foto-foto yang sudah hilang terasa begitu bernilai. Foto2 saat Akbar baru lahir, atau ketika Gilang menjalani terapi, foto2 saat merayakan Idul Fitri dan semua foto lainnya kini tinggal kenangan. Penyesalan baru terasa manakala akang teringat beberapa waktu sebelumnya sempat terpikir untuk eksternal memori sebagai backup semua data yang ada di laptop. Hanya saja penyakit TAR-SOK (ntar besok) selalu saja menggagalkan rencana akang membeli eksternal memori. Hingga akhirnya kini akang hanya bisa meratapi ke-gaptek-an dan kemalasan akang yang membuat foto-foto keluarga lenyap tak berbekas. Kini akang hanya bisa mengais foto-foto yang sempat ter-upload di sosmed Facebook dan Blog akang. Walau akang tau jumlahnya tak banyak karena memang akang jarang mengunggah banyak foto di sosmed.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Gaptek Terpelihara

  1. Orin berkata:

    Duh…turut berduka cita ya Kang, Orin ngalamin sendiri gimana sedihnya kehilangan foto2. Externa hardisk mah emang kudu wajib harus punya Kaaaang, jangan tarsok2an ayeuna mah, sok enggal meser hehehehe

  2. Titik Asa berkata:

    Duh Kang, handeueul pisan fila-file na janten laleungit saparantos di install ulang…
    Pelajaran berharga kanggo kapayunna. Drive C khusus kanggo program/software nu diinstall wae Kang. Ciptakeun drive sanesna kanggo file-file sapertos dokumen, foto, film atanapi musik.

    Perkawis gaptek, ah sami abdi oge Kang. Maklum ari tos sepuh kawas abdi mah sesah pisan ngartosna perkawis perkomputeran teh.

    Salam,

  3. Dunia Ely berkata:

    Semoga ke depannya foto foto kenangan bisa tersimpan dengan baik ya kang.

    Kabar saya lagi merawat lengan kanan kang, terima kasih. Semoga akang sekeluarga sehat sehat selalu ya

  4. dani berkata:

    Kaaaang, saya ga berikan like di tulisan ya Kang karena memahami banget kesedihan Akang kehilangan filenya. Hiks. Memori beberapa tahun dalam foto terhapus ya Kang.
    Coba pake norton ghost atau program recover juga ga bisa ya Kang?
    Tapi ada pelajaran yang diambil kan ya Kang, sekarang lebih hati-hati nyimpen filenya.
    Turut berduka ya Kang..😦

    • abi_gilang berkata:

      Duh akang malah ngga ngerti caranya…udahlah gapapa pasrah aja biarpun msh ada rasa gondok. Bukan cuma foto soalnya, biarpun ga bagus ada puisi2, bbrp tulisan cerpen2 dan file lainnya hiks hiks😦

  5. capung2 berkata:

    Buat pelajaran sya juga nih..

    Damang.. kang ?

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s