Kesan Tahun Baru Seorang Ibu

images

Dihari ketiga di tahun baru ini akang kembali pulang ke kampung halaman. Kali ini ada hal lain yang harus dilakukan selain rutin menengok Bapak yang sedang sakit. Ibu akang hendak melakukan perjalanan umroh sehingga akang ingin menemuinya sebelum beliau berangkat. Saat berkumpul di malam hari, Ibu meminta akang untuk menemaninya ke pasar keesokan harinya. Ibu akang memang mempunyai sebuah warung, walaupun tidak besar tetapi dari hasil warung itu juga orang tua akang menghidupi anak-anaknya hingga saat ini. Disamping tentunya hasil dari olahan sawah yang dimiliki keluarga kami. Setiap hari Ibu akang harus pergi ke pasar yang ada di kota untuk membeli segala keperluan di warung tersebut.

Selepas subuh akang segera mengeluarkan motor dari garasi. Menembus angin dingin pegunungan bersama Ibu menuju ke pasar tradisional di pusat kota Sumedang. Ditengah perjalanan Ibu akang tiba-tiba saja bertanya tentang perayaan tahun baru di tempat akang tinggal. Akang terkejut mendengar pertanyaan tersebut sambil mencoba menebak kemana arah pembicaraan Ibu. Bisa jadi Ibu melihat perayaan menyambut tahun baru di Jakarta yang ditayangkan di layar televisi dan menyangka akang turut serta ditengah-tengah keramaian tersebut. Akang bilang ke Ibu bahwa akang tidak merayakan tahun baru di Jakarta. Akang hanya tinggal di rumah sepulang dinas sore dimalam tahun baru. Disekitar rumah memang banyak orang yang menyambut tahun baru dengan mengadakan acara bakar jagung atau acara lainnya. Sambil meniup terompet dan sekali-kali menyalakan petasan atau mercon. Memang suasananya tidak seperti malam biasanya dan hal itu terjadi di banyak tempat di setiap malam tahun baru.

Akang kemudian balik bertanya mengapa Ibu menanyakan tentang perayaan malam tahun baru. Mengherankan bagi akang mengetahui Ibu sepertinya penasaran dengan apa yang dilakukan orang-orang di Jakarta di malam pergantian tahun baru. Ibu mengatakan dirinya merasa heran dengan kebiasaan orang-orang sekarang dalam menyambut malam pergantian tahun. Menurutnya kebanyakan orang saat ini merayakan malam pergantian tahun melebihi perayaan malam lebaran. Ibu bilang bahwa dua hari sebelumnya merasa kecewa ketika pergi ke pasar dipagi hari selepas malam tahun baru banyak toko dan kios di pasar yang tutup. Bahkan dihari kedua setelah pergantian tahun baru keadaan pasar tidak banyak berubah. Kebanyakan dari pemilik toko dan kios tersebut belum membuka kembali toko dan kiosnya karena masih merayakan pergantian tahun baru. Mungkin hal itu terlalu berlebihan menurut pikiran seorang ibu-ibu kampung yang menganggap malam pergantian tahun baru seperti malam biasanya. Ibu bahkan membandingkan dengan kebiasaan diwaktu lalu dimana dirinya seringkali tidak tahu kapan persisnya tahun berganti. Beruntung di hari keempat selepas tahun berganti, keadaan pasar yang kami datangi tampaknya sudah kembali seperti sediakala. Menurut Ibu hari itu memang semua toko dan kios yang biasa ia datangi untuk berbelanja telah buka. Ibu pun bisa membeli semua keperluannya dihari itu dan pulang dengan masih membawa rasa penasaran tentang kebiasaan orang-orang dalam merayakan pergantian tahun.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kesan Tahun Baru Seorang Ibu

  1. Titik Asa berkata:

    Kang, semoga bapaknya lekas kembali sehat wal’afiat dan semoga ibu diberi kelacaran dalam perjalanan umroh-nya…
    Abdi nembe sakali ka Sumedang Kang. Aya industri mesin di kawasan Sumedang teh, abdi hilap nami daerahna.

    Salam,

  2. dani berkata:

    Wah iya Kang, pertanyaan yang sama juga sempat terlintas di pikiran saya. Bukan karena sayanya alim, cuman kok kayaknya kesakralan lebaran kalah oleh kesakralan tahun baru yang menurut saya memiliki lebih sedikit arti

  3. mandor berkata:

    Bagi beberapa orang, kehadiran tahun baru malah tidak mengubah apapun. Seperti ibu, beliau malah memikirkan hari raya lebaran tidak seramai tahun baru.

  4. ysalma berkata:

    Orang kota kadang memang terkesan berlebihan Kang.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s