Persaingan

ngobrol-bocah

Bermain bersama teman-teman adalah kebutuhan yang amat penting bagi anak-anak. Bermain dengan teman yang berusia tidak jauh berbeda memungkinkan mereka berinteraksi secara seimbang diantara satu dengan yang lainnya. Tak ada seseorang yang dominan ataupun menguasai yang lainnya. Perkembangan anak juga akan tumbuh secara natural. Sedangkan jika bermain bersama orang yang lebih dewasa maka sang anak cenderung akan selalu mendapat “kemudahan”. Padahal bagaimanapun sebuah persaingan walau hanya didalam sebuah permainan justru penting untuk perkembangan anak. Dalam sebuah kehidupan tak akan terlepas dengan sebuah persaingan. Akang seringkali menuliskan bahwa anak-anak lebih taat aturan dalam sebuah permainan. Tata tertib sebuah permainan akan diikuti oleh semua anak, tak peduli berbadan besar atau pun kurus.

Tidak hanya dalam sebuah permainan, persaingan justru kerap muncul dalam sebuah pembicaraan. Persaingan dalam pembicaraan bisa muncul begitu saja. Tentang kemampuan menggambar yang dimiliki ayah mereka. Tentang kepandaian ibunya bernyanyi. Tentang kakak mereka yang bisa membuatkan mainan. Bahkan tentang pengalaman mereka sendiri bepergian ke tempat-tempat terjauh. Setiap anak akan mambanggakan ayah,ibu,kakak dan pastinya diri mereka sendiri dihadapan teman-temannya. Walau kadang mereka tak perduli jika perkataan mereka semakin lama semakin jauh dari kenyataan.

Menguping pembicaraan anak-anak ketika bermain seringkali membuat Akang tertawa sendiri. Bagaimana tidak, dengan pemikiran dan logika mereka yang masih kecil terkadang justru muncul kalimat-kalimat lucu yang membuat tertawa. Bagaimana mereka berinteraksi satu dengan lainnya secara lugas tanpa ada yang ditutup-tutupi. Tertawa mereka lebih lucu dari sekedar simbol “emoticon2 ” di sosmed. Ikatan emosional diantara mereka terjalin langsung tanpa harus menghabiskan bandwith berbayar. Bagi seorang anak yang masih sedang tahap penyempurnaan kemampuan berbicara seperti Akbar, berbincang bersama temannya dapat meningkatkan kosakata secara nyata. Walau seringkali “oleh-Oleh” yang didapat juga berupa bahasa yang kurang sesuai bagi usianya. Namun akang bagitu menikmati perbincangan mereka yang tak lama lagi mungkin akan tergantikan oleh “perbincangan bisu” diantara mereka melalui berbagai macam gadget.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Persaingan

  1. Beby berkata:

    Aku punya adek sepupu yang masih kecil. Kalok denger pembicaraan mereka kadang bikin ngakak sendiri😀

  2. naniknara berkata:

    saya juga kadang nguping pembicaraan anak-anak.
    sering menahan diri untuk tertawa mendengar perbincangan mereka

  3. dani berkata:

    Ah senang sekali Kang baca ceritanya ini. Jadi membayangkan masa kecil dulu. Sayangnya di tempat saya anak kecilnya pad les kumon dan sebagainya. Anak saya jadi ga punya temen main.😦

    • abi_gilang berkata:

      Sama juga Mas. Kalo hr sekolah akbar baru dapet temen mulai jam 12 siang. Pagi2 temennya pd sekolah, trus yg seumurannya yg blm sekolah ga ada. Jadi kl pagi2 maennya nemenin Gilang aja.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s