[Bukan] Review : I fine thank you love you

film1

Hari sabtu kemarin seharusnya akang libur di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun sehari sebelumnya akang ditugaskan untuk mengikuti acara gathering yang diadakan oleh salah satu rekanan perusahaan. Akang pun tidak bisa menolak dan dengan terpaksa mengikuti perintah atasan. Terbayang di benak akang acara yang membosankan, launching produk baru, pengenalan tim marketing, tim aplikasi, tim IT, refresh materi QC dll. Satu yang membuat akang penasaran adalah pada rundown acara ada poin nonton bareng. Juga tempat berlangsungnya acara di Blitzmegaplex Grand Indonesia. Maklum saja akang memang tak pernah dolan-dolan ke tempat seperti itu. Baru kali ini akang memasuki studio film yang terasa nyaman dengan kualitas audio yang memanjakan telinga dan tampilan gambar dilayar yang jernih di mata. Singkat cerita, acara nonton pun berlangsung. Akang menyangka film yang akan ditampilkan adalah film yang ada hubungannya dengan profil perusahaan rekanan tersebut. Apalagi film yang ada ternyata menggunakan tulisan Thailand yang samasekali tidak akang mengerti bahkan hanya untuk tahu judulnya.

Adegan pertama menampilkan seorang wanita cantik (Pleng) berbicara dalam bahasa Inggris sebagai seorang pramugari yang sedang memberikan intsruksi kepada para penumpang pesawat. Hanya saja dia tidak menggunakan seragam paramugari sebagaimana biasanya. Ternyata adegan tersebut berlangsung disebuah ruangan belajar mengajar. Saat itu murid2 dalam kelas seolah sedang berada didalam kabin pesawat. Ada yang bertindak sebagai kapten dan yang lainnya sebagai penumpang. Situasi darurat yang dialami pesawat digambarkan dengan cara yang lucu sehingga membuat penonton tertawa. Tentu saja semua pembicaraan disampaikan dalam bahasa Inggris karena kelas tersebut adalah kelas sebuah tempat kursus bahasa Inggris. Cara mengajar bahasa Inggris yang sungguh menarik menurut pikiran akang. Hingga saat itu akang masih berpikir film ini adalah film bikinan perusahaan rekanan.

Cerita berlanjut saat Pleng diminta seorang temannya (Kaya) untuk menyampaikan pesan kepada pacar Kaya (Gym). Kaya ingin memutuskan hubungan dengan Gym, masalahnya adalah Kaya yang asli keturunan Jepang tidak bisa berbahasa Thailand sementara Gym tidak bisa berbahasa Inggris. Ternyata Gym malah menyalahkan Pleng karena telah mengajari Kaya bahasa Inggris sehingga bisa pindah kerja ke Amerika. Gym pun meminta Pleng untuk diajari bahasa Inggris secara privat. Gym bertekad untuk belajar bahasa Inggris agar bisa lulus tes dan menyusul Kaya bekerja di Amerika. Disinilah timbul kelucuan2 saat Pleng mengajari Gym bahasa Inggris. Bagaimana Gym yang mulai berani berkata-kata menggunakan bahasa Inggris namun hanya bisa diam seribu bahasa manakala bertatap muka langsung dengan orang bule. Kelucuan juga timbul manakala terjadi kesalah-pahaman ketika menggunakan kata-kata bahasa Inggris. Kisah pun berakhir bahagia (hepi ending kalo kata saya mah๐Ÿ™‚ ) manakala Pleng akhirnya malah menjadi pacar Gym.

Akang tertarik dengan film ini bukan karena jalan ceritanya. Kisah seseorang yang malah jatuh cinta kepada mak comblang-nya. Atau kisah seorang wanita yang lebih memilih pria kere tapi baiknya minta ampun daripada mencintai pria kaya raya yang baiknya cuma se-uprit. Ketika acara gathering selesai dan akang kluar dari bioskop ternyata film yang baru saja akang lihat adalah film yang baru di release. Bahkan film tersebut didatangkan dalam rangka menyambut hari valentine yang jatuh pada setiap tanggal 14 februari.

Poin penting yang akang dapat dari film ini adalah bertambahnya motivasi akang untuk belajar bahasa Inggris. Selama akang tertawa menyaksikan kelucuan adegan di film tersebut terbersit rasa getir manakala membayangkan hal yang sama sangat mungkin terjadi pada diri akang yang nggak bisa berbahasa Inggris. Apalagi saat ini akang lagi semangat tinggi mengikuti tantangan dari Blog English Club yang akang gunakan sebagai sarana untuk belajar bahasa Inggris. Akang harus membuang jauh-jauh rasa malu karena diusia yang sudah cukup senior masih saja berkutat dengan keinginan untuk bisa berbahasa Inggris. Padahal disaat yang sama anak-anak sekolah aja banyak yang begitu fasih berbahasa Inggris dengan baik.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke [Bukan] Review : I fine thank you love you

  1. nengwie berkata:

    Dulu dimakcoblangin daaa…๐Ÿ˜€

  2. Beby berkata:

    Memang begitu ya. Kebanyakan malah suka sama mak comblangnya. Kan jadi rumit. Hihihi..๐Ÿ˜›

  3. syifna berkata:

    Aku belum nonton filmnya, kemarin udh ada yang review film hehehe, menurutku menari. Jadi penasaran nih๐Ÿ™‚ Ngomong2 bhs inggris, aku jg lagi improve skill bhs inggrisku ^_^

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s