Daun Terompet

IMG_20150404_113618

Pulang ke kampung halaman bersama keluarga sering akang jadikan kesempatan untuk napak tilas bersama Akbar. Menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri jika bisa berbagi pengalaman saat kecil kepada Akbar. Seperti saat libur panjang diakhir pekan kemarin akang pulang bersama keluarga. Akang mengajak Akbar berkeliling kampung untuk mengenalkan apapun yang akang anggap bermanfaat bagi Akbar. Salah satu hal yang menarik untuk diperkenalkan kepada Akbar adalah saat akang melihat sejenis tanaman liar yang biasa tumbuh di pinggir jalan. Terus terang akang sendiri lupa dengan nama jenis tanaman tersebut. Namun daripada menulis tanaman “tanpa nama” akang memutuskan untuk menamainya “daun terompet”. Ada alasan menarik kenapa akang menamainya daun terompet. Lagi pula jika akang tetap menamainya tanaman “tanpa nama” akan sulit bagi akang menceritakannya di postingan kali ini.

IMG_20150404_113839

Daun terompet ini mirip dengan daun bambu dari bentuk serta permukaannya yang kasar. Hanya saja tanaman ini kecil tidak setinggi bambu. Akang menyebutnya daun daun terompet karena daun tanaman ini sering akang mainkan sebagai terompet. Bagian daun yang biasa dimainkan sebagai terompet adalah daun paling muda. Bisa juga daun ini disebut sebagai pucuknya karena daun paling muda selalu berada pada bagian ujung. Daun ini adalah daun yang masih kuncup dan belum melebar. Untuk meminkan daun ini sebagai terompet kita hanya perlu mencabutnya. Memainkannya cukup dengan meniupnya di bagian pangkal. Saat ditiup biasanya akan mengeluarkan bunyi seperti terompet. Bunyi yang keluar memang tidak keras tapi cukup terdengar menyenangkan terutama bagi anak-anak. Ada kalanya ketika ditiup daun ini tidak mengeluarkan bunyi apapun. Ini bisa terjadi karena gulungannya masih kuat. Untuk mengatasinya kita hanya perlu membuka gulungan daun tersebut dan menggulungnya kembali dengan gulungan yang lebih longgar.

IMG_20150404_113814

Ketika pertama kali memainkan daun terompet ini di depan Akbar, tampak sekali Akbar merasa takjub. Akbar pun bertanya nama tanaman tersebut kepada Akang yang langsung dijawab dengan “daun terompet”. Namun tanpa disangka Akbar protes dengan nama “terompet” karena menurutnya suara yang dihasilkan dari daun tersebut lebih mirip dengan suara kentut. Alhasil akbar menamai daun tersebut sebagai daun kentut. Akang hanya bisa tersenyum mendengar jawaban akbar yang spontan sambil mengutuki diri sendiri mengapa akang tak ingat nama asli dari tanaman tersebut.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Daun Terompet

  1. naniknara berkata:

    hehehe… saya juga sering bilang nggak tahu waktu anak-anak nanya “ini pohon/bunga apa?”

  2. Matlaul Anwar "Anwar" berkata:

    kereen… nostalgia ni🙂

  3. Dani berkata:

    Oooo, kayaknya tahu Kang daun ini. Hihihi. Dulu juga sempet mainan. Hahahaha. Akbaaar, jadi daun kentut ya Nak.. :))

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s