Diantara Suara Takbir Dan Alarm

Ied-1436

Belum adanya keputusan pemerintah tentang ditetapkannya hari raya Idul Fitri 1436 H tak lantas membuat Akang bingung untuk berangkat ke tempat kerja. Apakah lebaran hari jumat atau sabtu tetap saja Akang harus bekerja di saat malam takbiran menyambut lebaran. Memang bukan kali ini saja Akang harus bekerja disaat malam takbiran. Pada saat pertama kali menjalaninya sempat merasakan kesedihan yang cukup dalam manakala harus berlebaran jauh dari keluarga. Namun sebagai tuntutan profesi, risiko ini telah akang ketahui sebelumnya. Lagi pula banyak jenis profesi lain yang juga memaksa seseorang untuk merayakan lebaran jauh dari keluarga. Ribuan orang lainnya juga tak sempat merasakan ber-lebaran bersama keluarga karena berbagai alasan.

Selepas buka puasa di rumah akang berangkat kerja tanpa kepastian apakah esok hari jatuhnya hari lebaran. Mang Engkus yang sehari-hari menjadi tukang potong rambut didepan komplek perumahan masih sibuk melayani pelanggannya . Padahal seminggu yang lalu ketika akang dipotong rambut ditempatnya, Mang Engkus sempat bercerita bahwa dirinya hendak mudik disaat malam takbiran. Dari beberapa masjid dan mushola yang akang lewati terdengar suara takbir namun hanya suara anak-anak yang mungkin sedang berada di masjid. Tampaknya pengurus masjid masih menunggu keputusan pemerintah tentang lebaran tahun ini. Barulah setelah setengah perjalanan, suara takbir hampir merata terdengar diseluruh masjid yang akang lewati. Akang pun menjadi yakin bahwa esok hari jatuhnya hari raya Idul Fitri 1436 hijriyah.

Di tempat kerja sayup-sayup terdengar suara takbir dari masjid yang terletak disekitar rumah sakit tempat akang bekerja. Suaranya konstan dengan irama yang teratur mampu memaksa pikiran akang membayangkan keadaan di kampung. Sesekali akang mengikuti setiap kata yang diucapkan :

“…Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar…”
“…Laa ilaha illallohu Allohu Akbar…”
“…Allohu Akbar Wa Lillahil Hamdu…”

Sesekali pikiran akang terhenti oleh suara alarm yang berbunyi. Bekerja di laboratorium memang tak lepas dari pekerjaan yang membutuhkan ketepatan waktu. Timer dan suara alarm adalah salah satu hal yang tak bisa dilepaskan dari pekerjaan akang.

“…Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar…”
“…Laa ilaha illallohu Allohu Akbar…”
“…Allohu Akbar Wa Lillahil Hamdu…”

Takbir kembali terdengar, kali ini ditambah dengan suara-suara bedug. Suaranya pelan namun semakin kuat dan semakin riuh. Pada puncaknya diiringi oleh raungan suara mesin kendaraan yang seolah beradu dengan semua suara takbir dan suara bedug. Keriuhan yang kemudian semakin lemah dan akhirnya hilang seiring menjauhnya metromini pembawa rombongan takbir keliling.

Tet…tet…tet…tet…tet…tet

Kali ini suara alarm terdengar, akang kembali sibuk dengan pekerjaan akang. Setelah selesai akang pun mengisi waktu dengan menulis blog ini, mencoba mereka-reka kalimat terbaik untuk dituliskan.Televisi yang biasa dengan setia menemani kali ini tak dihiraukan. Jari jari tangan belum lama bergerak manakala terdengar raungan suara sirine ambulan yang semakin mendekat. Akang pun segera mencoba menyelesaikan tulisan akang sebelum pasien yang tiba di Unit Gawat Darurat membutuhkan pemeriksaan laboratorium.

“…Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar…”
“…Laa ilaha illallohu Allohu Akbar…”
“…Allohu Akbar Wa Lillahil Hamdu…”

Takbir kembali terdengar samar-samar. Namun kata-kata terbaik tak juga muncul di benak akang. Dengan segala kepasrahan akhirnya akang pun hanya bisa mengucapkan :

” Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H
Taqobbalallohu Minna Wa Minkum
semoga Alloh SWT menerima amal shaum ramadhan kita semua
Mohon maaf lahir dan bathin “

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Diantara Suara Takbir Dan Alarm

  1. kang nur berkata:

    dah punya blog baru kang

  2. yisha berkata:

    Akang …
    Kok masih belum ngepost? Akang, yisha nyari akang di twitter tp ga nemu…

    kang, temuin yisha di sana ya kang…

  3. Dunia Ely berkata:

    Sama sama, maaf lahir bathin jg kang.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s